Kamis, 30 Juni 2011

DESAINSTUDIO.COM

DESAINSTUDIO.COM


Beda Photoshop dan Illustrator

Posted: 29 Jun 2011 04:21 AM PDT

Beda Photoshop dan IllustratorSaya pernah ditanyakan oleh salah seorang teman, apa yang membuat photoshop dan illustrator itu berbeda? ya jelas beda, dari namanya saja sudah beda, hehe.. ;D. Ok, serius!, Adobe Photoshop dan Adobe Illustrator mempunyai lahan pekerjaan yang relatif beda. Kalau Photoshop bekerja di sektor gambar bitmap yang berbasis pixel, yaitu gambar yang dibentuk dari sekumpulan pixel atau titik titik dengan warna dan kerapatan tertentu. Contohnya semua file dengan format jpg, bmp, tif dsb.

Sementara Adobe Illustrator (sama dengan Corel Draw) lebih difokuskan untuk menghasilkan gambar vektor yang terdiri atas objek-objek berdasarkan logika kordinat. Contoh filenya seperti eps, emf, svg, cdr dsb.

gambar thumbnail

Apa itu Pixel dan Vector?

Pixel adalah unsur gambar atau representasi sebuah titik terkecil dalam sebuah gambar grafis yang dihitung per inci. Pixel sendiri berasal dari akronim bahasa Inggris "Picture Element" yang disingkat menjadi Pixel. Pada ujung tertinggi skala resolusi, mesin cetak gambar berwarna dapat menghasilkan hasil cetak yang memiliki lebih dari 2.500 titik per inci dengan pilihan 16 juta warna lebih untuk setiap inci, dalam istilah komputer berarti gambar seluas satu inci persegi yang bisa ditampilkan pada tingkat resolusi tersebut sepadan dengan 150 juta bit informasi.

Beda Photoshop dan Illustrator
contoh gambar pixel


Sedangkan Vector adalah Suatu format gambar yang disusun berdasarkan bentuk berbasis kordinat dengan tujuan meminimalisasi penggunaan tempat penyimpanan data. Informasi yang digunakan diantaranya adalah posisi titik awal, titik akhir dan arahnya yang dihitung berdasarkan metode matematika (Bezier, Spline, NURBS, dll) sehingga apabila mau diperbesar segede "hantu" pun bakalan ga pecah atau ga akan mengurangi kualitas gambarnya ;D

Beda Photoshop dan Illustrator
contoh gambar vector


Lho.. emangnya di photoshop ga bisa membuat Vector ya!? Ya jelas ga bisa dong! Dalam Photoshop sebuah garis adalah terdiri dari ribuan titik (pixel), sedangkan di Illustrator sebuah garis hanyalah terdiri dari satu garis saja. Dengan orientasi yang demikian, maka illustrator mampu menghasilkan bentuk-bentuk gambar yang serba mulus, tidak bergerigi, sedangkan Photoshop sebaliknya.

Ada yang kurang dari program yang berbasis vector (seperti Illustrator dan Corel) yaitu ia tidaklah mampu memanipulasi dengan baik setiap pixel pada gambar. Justru ini menjadi kelebihan dari photoshop yang berorientasi pixel base. Sebagai contoh, penerapan tekhnik mask pada illustrator bisa sangat sulit, dan jauh dari sempurna. Namun tidak jika kita menggunakan photoshop, karena memang takhnik mask adalah sebuah tekhnik yang berorientasi pada manipulasi pixel. Begitu pun filter-filter (efek) seperti blur, brush stroke, distort, noise dan sebagainya yang juga berbasis pada pixel.

Jika ingin membuat illustrasi dengan geometris sederhana, warna gradasi yang tidak terlalu banyak variasi seperti Logo ataupun Kartun sebaiknya menggunakan program berbasis vector seperti Adobe Illustrator yang mengandalkan kesederhanaan bentuk, dan jika ingin membuat gambar yang kompleks, berupa ragam warna dan bentuk yang beraneka, seperti foto hasil bidikan sebuah kamera, baiknya menggunakan program Adobe Photoshop.

Kesimpulan

Kalau ditanya kelebihan dan kekurangannya sepertinya tidak bisa dibandingkan karena keduanya berbeda lahan kerjanya walau dapat digunakan secara bersamaan. Kecuali jika anda membandingkan Adobe Illustrator dengan Corel Draw (sama sama vector based) atau Adobe Photoshop dengan Corel Photo Paint (sama-sama pixel based). Yang pasti, keduanya saling membutuhkan satu sama lain. Tergantung kepada kita, bagaimana menempatkan mereka sesuai dengan porsinya.

tentang penulis

Jun
Desainer grafis dan illustrator. Percaya bahwa desain grafis berperan merubah dunia ke arah yang lebih baik. Bercita-cita mendirikan sebuah agency desain grafis bertaraf internasional.
email : jun27travolta[at]gmail.com | facebook : Herjuna Juntravolta
view all post by Jun


Tetap update informasi, tips, dan tutorial desain grafis dengan mengikuti FACEBOOK dan TWITTER Desain Studio!

Selasa, 28 Juni 2011

DESAINSTUDIO.COM

DESAINSTUDIO.COM


Bacaan Inspiratif -28 Juni 2011

Posted: 28 Jun 2011 12:30 AM PDT

Ini merupakan artikel mingguan di Desain Studio, berisi kompilasi link menarik di jagat internet setiap harinya. Dimaksudkan sebagai wadah untuk mengikuti perkembangan yang terjadi di dunia desain grafis dan seni visual, Mulai dari tutorial, inspirasi, tips, informasi, serta artikel sebagai sarana pembelajaran dan pengembangan diri agar menjadi lebih baik. Selamat membaca, semoga bermanfaat!






Tutorial

1) Creating a Dramatic Portrait with Chunky Line Art

Tutorial ini menjelaskan pembuatan gambar vector wajah yang dramatis disertai dengan line art yang dinamis dengan menggunakan Brush Tool di Adobe Illustrator.



Artikel

2) What should someone appreciate when seeing a logo?


Artikel ini tidak hanya ditujukan kepada desainer grafis, tapi juga kepada klien. Begitu banyak orang yang sampai dengan hari ini masih menganggap bahwa logo itu tidak penting. Artikel ini secara umum menekankan kepada bagaimana sebuah logo berperan mencitrakan entitas yang diwakilinya.


3) 10 Things You Should Know About Ai


Adobe Illustrator (AI) merupakan aplikasi berbasis vector yang paling banyak digunakan di dunia saat ini. Hal yang sangat wajar, mengingat keunggulan tool dan work flow yang dimiliki Illustrator. Artikel ini mengangkat beberapa diantaranya. Fungsi-fungsi yang sederhana tapi bisa mempercepat proses kerja ketika menggunakan Illustrator.


Inspirasi

4) Showcase of Impressive Design Process Explanations


Hasil yang positif biasanya berangkat dari proses kerja yang baik. Chris Spooner mengangkat beberapa gambaran proses kreatif yang diterapkan oleh desainer dan agency di seluruh dunia sebagai inspirasi dan bahan pembelajaran.


5) Beautiful Photography on the Earth's Poles


Kumpulan rekaman foto dari kutub utara dan selatan. Biasanya, proses pengambilan foto seperti ini tidaklah mudah. Fotografer harus sabar menunggu sekian lama untuk mendapatkan momen yang bagus. Dan menunggu bukanlah kegiatan yang menyenangkan, apalagi di kutub. :)


tentang penulis

Ajir
Desainer grafis, blogger, juga pecandu kopi. Terobsesi dengan segala sesuatu terkait komunikasi visual. Bercita-cita ingin menjadi guru SD sebuah sekolah di pelosok desa yang jauh dari keramaian.
email : ajir86[at]gmail.com | twitter : @desain_studio
view all post by Ajir


Tetap update informasi, tips, dan tutorial desain grafis dengan mengikuti FACEBOOK dan TWITTER Desain Studio!

Sabtu, 25 Juni 2011

DESAINSTUDIO.COM

DESAINSTUDIO.COM


Kenapa Logo Harus Sederhana?

Posted: 24 Jun 2011 11:22 AM PDT

Less is More! Mungkin ungkapan ini sudah tidak asing ditelinga para desainer grafis. Suatu ungkapan yang mengacu kepada pentingnya kesederhanaan dalam mengkomunikasikan pesan visual. Dalam desain logo, hal ini merupakan aturan standar, dipakai oleh desainer logo diseluruh dunia dan diturunkan dari generasi ke generasi. Hingga kadang, kita sendiri melupakan esensi utama untuk mencari tahu kenapa aturan kesederhanaan ini digunakan.

Mari kembali ke pertanyaan sederhana ini : "Kenapa logo harus sederhana?"

Berikut beberapa pemikiran pribadi berbuah alasan kenapa kesederhanaan dalam logo itu penting :

1) Mudah Diingat


Ditengah kepungan lautan merek yang setiap hari tertangkap mata, maka mengingat salah satunya akan menjadi hal yang sangat sulit. Pada dasarnya, otak manusia menangkap suatu elemen visual dalam bentuk-bentuk dasar seperti lingkaran, segitiga, segi empat, dsb. Kemudian berlanjut kepada menangkap tampilan-tampilan yang lebih detail dan rumit. Oleh karena itu, semakin sederhana bentuknya, maka akan semakin berpeluang sebuah logo membekas di benak audiens.

2) Timeless


Sebuah logo yang sederhana tidak akan mudah termakan waktu dan perkembangan trend. Sederhana tidak berarti membuat jenuh. Malah sebaliknya, kesederhanaan akan memperkuat karakter dari sebuah merek. Kesederhanaan bersifat pasti, jelas, dan tanpa embel-embel yang membingungkan.

3) Konsisten


Sebuah logo bisa saja dikatakan baik dengan melihat visualnya saja. Tapi untuk melihatnya berhasil dan bekerja efektif, perlu adanya penerapan secara konsisten dalam setiap media promosi yang digunakan. Hal ini akan sulit dilakukan jika logo terlalu rumit. Kesederhanaan bentuk akan membuat konsistensi logo terjaga, bahkan ketika diukir di atas aspal sekalipun.

4) Efisien


Basa-basi (dalam bentuk apapun) selalu saja berhasil membuang-buang waktu, termasuk dalam desain logo. Berikan apa yang dibutuhkan audiens secara langsung, jangan buat mereka berfikir dan menerka-nerka. Logo yang sederhana akan sangat efisien menciptakan komunikasi langsung, jelas, dan tidak membuang-buang waktu.

Yup! Ini pendapat saya. Bagaimana dengan kamu?

tentang penulis

Ajir
Desainer grafis, blogger, juga pecandu kopi. Terobsesi dengan segala sesuatu terkait komunikasi visual. Bercita-cita ingin menjadi guru SD sebuah sekolah di pelosok desa yang jauh dari keramaian.
email : ajir86[at]gmail.com | twitter : @desain_studio
view all post by Ajir


Tetap update informasi, tips, dan tutorial desain grafis dengan mengikuti FACEBOOK dan TWITTER Desain Studio!

Kamis, 23 Juni 2011

DESAINSTUDIO.COM

DESAINSTUDIO.COM


Membuat Teks Bergaya Futuristik dengan Photoshop

Posted: 22 Jun 2011 11:51 AM PDT

Pada tutorial photoshop kali ini, kita akan mencoba membuat efek teks dengan gaya sci-fi. Efek semacam ini biasa ditemukan di film-film bernuansa futuristik dan bercerita tentang masa depan. Langkah-langkahnya sangat sederhana, tidak ada tehnik rumit yang akan digunakan disini. Kita hanya akan bermain dengan fitur-fitur biasa di Photoshop seperti layer style dan blending mode. Selamat mencoba! :)




STEP 1
Buat terlebih dahulu dokumen baru dengan Weight 1000 px dan Hight 800 px dengan resolusi 300 dpi, dan layer background berwarna hitam. Selanjutnya, buat teks dan penuhi kanvas kerja dengan tulisan "DESAINSTUDIO", saya pake jenis font Impact dengan besar 3 pt.


STEP 2
Kemudian buat tulisan "Desain Studio" dengan tata letak seperti dibawah ini di Adobe Illustrator, lalu isi dengan warna putih dan copy paste ke photoshop.


STEP 3
Klik kanan layer hasil copy dari Illustrator tersebut lalu klik rasterize layer.


STEP 4
Ubah blending mode-nya menjadi Soft Light.


STEP 5
Double Klik pada layer Vector Smart Object, sehingga muncul layer Style, atur seperti settingan dibawah ini.


STEP 6
Masih pada layer style, klik Gradient Overlay, atur warnanya seperti gambar dibawah.


STEP 7
Ctrl + J pada layer Vector Smart Object untuk menduplikasi layer. Maka akan muncul layer Vector Smart Object copy.


STEP 8
Atur pecahayaannya dengan mengklik layer > New Adjustment Layer > Curve, ikuti settingan pada gambar dibawah, Jika sudah, klik kembali layer > New Adjustment Layer > Exposure.


STEP 9
Buat layer baru tepat diatas layer teks "desainstudio".


STEP 10
Klik Filter > Render > Clouds, ubah blending mode dengan Overlay, jangan lupa, pastikan warna foreground-nya putih dan background-nya hitam.


STEP 11
Masukkan gambar wallpaper koran bekas, letakkan diantara layer Vector Smart Object dengan Vector Smart Object copy, ganti blending mode-nya menjadi Multiply.


STEP 12
Jika tulisan "Desain Studio" dianggap masih terlalu gelap, perjelas dengan mengcopy layer Vector Smart Object Copy dengan menekan tombol Ctrl + J di keyboard, ubah blending mode menjadi Soft Light, turunkan opacity-nya hingga 55%.


Hasil Akhir


Demikian tutorial kali ini, semoga bermanfaat untuk semua. Segala bentuk kritik dan saran membangun akan sangat berarti untuk perbaikan kedepan. Stay tuned untuk tutorial-tutorial berikutnya! :)

tentang penulis

Jun
Desainer grafis dan illustrator. Percaya bahwa desain grafis berperan merubah dunia ke arah yang lebih baik. Bercita-cita mendirikan sebuah agency desain grafis bertaraf internasional.
email : jun27travolta[at]gmail.com | facebook : Herjuna Juntravolta
view all post by Jun


Tetap update informasi, tips, dan tutorial desain grafis dengan mengikuti FACEBOOK dan TWITTER Desain Studio!

Selasa, 21 Juni 2011

DESAINSTUDIO.COM

DESAINSTUDIO.COM


Proses Desain Logo Nasi Kucing & Grill

Posted: 20 Jun 2011 08:21 AM PDT

Beberapa waktu yang lalu, seorang sahabat lama tiba-tiba menghubungi. Ia meminta saya untuk ikut memikirkan logo yang akan ia gunakan untuk warung nasi kucingnya yang bertempat di Bogor. Yup! Nasi kucing sangat terkenal di pulau jawa terutama di Jogja, nasi yang disajikan dengan lauk ala kadarnya ini memang sangat pas untuk menyumbat usus atau sekedar menyogok rasa lapar. Di Sumatera mungkin lebih dikenal dengan nama "Nasi Perang", nama yang penuh semangat bukan!? saya belum pernah melakukan penelitian tentang asal-usul dari mana nama ini di tabalkan :D.

Balik ke teman saya tadi, maka sayapun terima tawarannya. "ikut memikirkan logo" tadipun berakhir dengan eksekusi di atas kertas dan berakhir menjadi seperti ini :


Untuk membuat nilai tambah di "nasi kucing"nya, teman saya menambahkan menu panggangan "grill" untuk lauknya. Berangkat dari situ awalnya saya membubuhkan efek api pada kata-kata grill agar ia tampak seperti di panggang beneran.


Teman saya menambahkan ide untuk meletakkan gambar kucing beneran yang sedang di panggang di atasnya! (waa…mulai gokil ni..) Tanpa sepengetahuan beliau saya hilangkan saja kucing tadi dan tidak jadi menggunakan "grill" yang terbakar. Karena efektifitas sebuah logo akan berkurang ketika terlalu banyak icon di dalamnya.

Saya teringat salah satu postingan di blog ini yang mengatakan kalau logo harus simple, jadi mudah di ingat oleh konsumen. That's a keyword!, saya harus sederhankan agar logonya fungsional serta universal. Universal dalam konteks makna logo harus bisa diterima oleh semua orang yang melihat. Karena dari wawancara singkat saya dengan kerabat dekat yang belum pernah mendengar nasi kucing, mereka membayangkan nasi makanan kucing beneran yang sama sekali tidak layak untuk dimakan. (nah loh!). Menimbang kebutuhan klien (baca : teman saya) dan konsumen dari semua lapisan, saya harus berpikir bagaimana memunculkan logo yang unik, lucu sehingga baik orang yang tahu ataupun tidak tahu tentang nasi kucing akan menerima dan mengingat dari sisi positif saja. akhirnya saya menggunakan simbol Ampersand (&) untuk dijadikan icon yang menjadi simbolisasi dari kucing.


Bentuk akhir logo :


Tulisan nasi kucing dalam bentuk lower case agar pesan panganan ini sebagai jajanan yang murah meriah tetap terjaga, kata-kata grill dan simbol '&" saya sejajarkan dengan huruf "n" dan "I" agar lebih menarik dan meningkatkan kontras.

Kepuasan dari semua proses ini adalah ketika logo ini diterima oleh Teman saya yang baik hati itu, namun tentu saja perjalanan belum selesai. Ujung dari semua cerita ini adalah berhasilnya produk untuk tidak hanya masuk tapi melekat di hati konsumen dimanapun, kapanpun ia berada. Maka selanjutnya yang dibutuhkan adalah strategi branding dan positioning produk agar lebih konsisten di mata konsumen.

Aplikasi logo pada berbagai media :






Bagaimana pendapat kamu terhadap logo diatas?
Berikan masukan, saran, maupun pertanyaan dengan berkomentar! :)

tentang penulis

Angga
Desainer grafis dan seorang antropolog. Menemukan semangat baru ketika melihat desain grafis dari sisi seorang Antropolog. Mencoba menggabungkan seni grafis ke dalam etnografi, dan mengaplikasikannya dalam dunia nyata.
email : angga.rizal[at]gmail.com | twitter : @anggaishere
view all post by Angga

Tetap update informasi, tips, dan tutorial desain grafis dengan mengikuti FACEBOOK dan TWITTER Desain Studio!