Minggu, 11 Maret 2012

DESAINSTUDIO.COM

DESAINSTUDIO.COM


Membuat Penomoran Otomatis di InDesign

Posted: 10 Mar 2012 02:48 AM PST

Pernah mendapat order desain seperti tiket atau sertifikat dari ratusan peserta?. Dokumennya sama namun datanya yang berbeda. Tentu memasukan 100-an data yang berbeda secara manual ke dalam dokumen yang sama adalah hal yang sangat membosankan! Selalu ada cara yang praktis untuk itu semua. Di Tutorial InDesign kali ini, (seperti janji saya..hoho) kita akan menggunakan file sertifikat pada tutorial yang lalu. Kali ini Desain Studio akan membahas bagaimana membuat penomoran secara otomatis menggunakan InDesign. Lets get start!



Step 1 : Open Document
Buka InDesign, terus Ctrl+N untuk membuka dokumen baru. Pilih jenis ukuran kertas yang sesuai dengan ukuran file kita (dalam contoh kali ini Desain Studio menggunakan ukuran kertas A5 untuk sertifikat).

Catatan : Karena file sudah include dengan Crop Mark, maka otomatis ukuran file kita menjadi lebih besar. Pengaturan ini dapat dilakukan belakangan.


Posisikan dokumen agar center, caranya atur Alignment di bar atas. Pastikan Align berdasarkan Margin/Page.

Secara Default, InDesign mengatur ukuran dalam satuan Picas. Untuk mengubahnya klik kanan di ruler atas, dan pilih ukuran yang sesuai dengan kamu.(terapkan ini juga pada ruler di sebelah kiri) Dalam tutorial ini, DS menggunakan satuan cm.


atau kamu bisa buka di File/Document Setup (Alt+Ctrl+P) Pengaturan Orientasi kertas (Portrait/Landscape) juga bisa dilakukan di jendela ini.



Step 2 : Place the File
Ctrl+D (place) untuk memasukan file yang telah kita siapkan. (dalam tutorial ini, DS menggunakan file sertifikat yang ada pada tutorial yang lalu). Atur ArtBoard agar lebih besar dari dokumen di File/Document Setup (Alt+Ctrl+P).


Sehingga dokumen akan tampak seperti berikut :



Step 3 : Coloborate with MS.Excel and NotePad
Pada tahap ini kita membutuhkan bantuan program lain, yaitu MS. Excel dan Notepad.

Buka MS. Excel dan isi dengan data yang diperlukan, berikut contoh sertifikat dalam tutorial ini :


Select semua data lalu paste kan ke Notepad. Jika Sudah, save file Notepad tersebut. Nama file terserah kamu saja..


Catatan : Walau terlihat seperti tidak teratur, biarkan file seperti itu. Jika di ubah ini akan menggangu urutan data dan bisa menyebabkan file error nantinya.


Step 4 : Input the Data
Buka Window>Automation>Data Merge.


Pada jendela Data Merge, klik tanda panah kecil di sudut kanan atas lalu pilih Select Data Source.


Akan muncul jendela baru, masukan file Notepad (.txt) yang tadi kita buat. You See..Data yang tadi kita buat menggunakan Excel dan di tranformasikan ke Notepad kini masuk ke dalam menu Data Merge.


Masukkan Text (T) dengan cara men-dragnya sehingga muncul kotak tempat kita akan menginput text. Namun biarkan kosong area tersebut.


Dalam keadaan Text yang masih aktif, klik salah satu data yang kita masukkan tadi di dalam Data Merge. Akan muncul di kolom text tadi data kamu yang di apit tanda << >>.

Pada tahap ini, kamu bisa mengubah warna, jenis font dan ukurannya. Pada tutorial ini DS menggunakan Font Bebas dengan warna putih.


Ubah warna disini :


Aktifkan Preview untuk melihat hasilnya.


DS juga menambahkan data lain, kamu juga bisa menambahkannya dengan melakukan cara yang sama seperti sebelumnya. Jika sudah siap, atur text secara manual agar tampak center dengan area text di background gambar.



Step 5 : Data Merge
Klik menu kecil di sudut kanan bawah jendela Data Merge.
Akan muncul Jendela Create Merged Document, lalu Pilih Multiple Records.


Atur Marginnya, (aturan ini sangat tergantung dari besarnya dokumen yang kamu punya. Untuk melihat apakah marginnya sudah pas, kamu bisa centang Preview Multiple Record Layout.


Pastikan Link Image tercentang, Then Prees OK untuk melihat keajaibannya.. :D



Foila!..
Sekarang file kamu sudah siap, untuk dicetak. lengkap dengan Crop Mark dan Bleed (di tutorial sebelumnya).


Cara ini sangat praktis daripada kita menomori secara manual satu persatu, see? coba bayangkan jika kamu dapat order desain tiket konser sebuah band papan atas dengan espektasi ribuan penonton. Memasukkan satu/persatu nomor tiket tersebut tentu bukan pilihan yang cerdas.

Selamat berkarya!!!


Catatan :

Pada saat Step 4 kamu press OK lalu muncul warning berikut :

1) Jika warning seperti gambar dibawah muncul, maka file kamu telah siap tanpa error.


2) Namun jika jendela dibawah ini yang muncul, berati ada teks yang tertutup atau tidak muncul akibat adanya Overset Text.


Hal tersebut terjadi karena teks tersebut tidak terbuka secara penuh.. ditandai dengan kotak merah di text kamu. Untuk memperbaikinya, besarkan saja area teksnya, jadi jika ada teks yang panjang masih dalam batas aman untuk terlihat.


Sekian, semoga bermanfaat! :)


Tentang Penulis
Angga — Desainer grafis dan seorang antropolog. Menemukan semangat baru ketika melihat desain grafis dari sisi seorang Antropolog. Mencoba menggabungkan seni grafis ke dalam etnografi, dan mengaplikasikannya dalam dunia nyata.
email : angga.rizal[at]gmail.com | twitter : @anggaishere | all post by Angga

Senin, 05 Maret 2012

DESAINSTUDIO.COM

DESAINSTUDIO.COM


Bacaan Inspiratif -5 Maret 2012

Posted: 04 Mar 2012 02:57 AM PST

Ini merupakan artikel mingguan di Desain Studio, berisi kompilasi link menarik di jagat internet setiap harinya. Dimaksudkan sebagai wadah untuk mengikuti perkembangan yang terjadi di dunia desain grafis dan seni visual, Mulai dari tutorial, inspirasi, tips, informasi, serta artikel sebagai sarana pembelajaran dan pengembangan diri agar menjadi lebih baik. Selamat membaca, semoga bermanfaat!




1) Design a Cosmic Retro Typography Artwork in Photoshop and Illustrator Tutorial


Tutorial yang menjelaskan tentang bagaimana membuat karya tipografi bergaya retro. Dari tutorial ini, kamu dapat mempelajari bagaimana membuat custom font di Illustrator dan aplikasi efek retro di Photoshop.


2) Quick Tip: How to Create a Vector Grass Text Effect


Tutorial yang cukup menarik, menjelaskan bagaimana membuat efek teks rumput di Illustrator. Langkah-langkahnya pun sangat singkat dan tidak begitu rumit untuk diikuti.


3) 10 Simple ways to reach deadline on time


Deadline selalu menjadi masalah yang dihadapi oleh desainer grafis, baik freelancer maupun yang bekerja di biro desain. Artikel ini berbagi 10 tips sederhana untuk mengatasi masalah tersebut.


4) Why designers shouldn't think outside the box


Artikel yang menarik, membahas tentang berpikir 'out side the box' yang berarti berpikir tentang sesuatu yang diluar batas dan kebiasaan. Artikel ini cukup singkat, namun kita dapat menarik beberapa kesimpulan menarik dan cukup bermanfaat.


5) 10 Creative Designers with Cool Websites


Koleksi inspirasi berupa situs portfolio kreatif dari desainer-desainer berbakat di dunia. Mungkin dapat menginspirasi kamu untuk mulai membuat web portfolio kamu sendiri.



Tetap update informasi, tips, dan tutorial desain terbaru dengan mengikuti Facebook Fan Page dan Twitter Desain Studio.

Kamis, 01 Maret 2012

DESAINSTUDIO.COM

DESAINSTUDIO.COM


Crop Mark dan Bleed di Adobe Illustrator

Posted: 29 Feb 2012 07:38 AM PST

Mendesain karya grafis untuk keperluan corporate (kartunama, sertifikat, kop surat, logo, brosur, amplop, dll) adalah bidang khusus pada desain grafis. Di dalamnya sarat dengan keahlian untuk menganalisis lebih detail dan dalam, karena branding sebuah perusahaan di awali dari sini.

Namun percuma saja jika hasil desain tersebut hanya bisa dipandang lewat layar monitor kamu bukan? Semua material tersebut perlu dicetak dengan mesin cetak yang baik. Pada edisi kali ini, desainstudio akan membahas bagaimana membuat hasil akhir dari desain kita agar siap cetak ketika akan dibawa ke percetakan. Dalam dunia percetakan, file akhir ini sering disebut Final Artwork (FA). Berikut tutorial cara menyiapkan sebuah final artwork dengan Adobe Illustrator.

Pada tutorial kali ini, desainstudio akan menggunakan contoh desain sertifikat seperti berikut. Kamu bisa menggunakan desain kamu sendiri. Fokus kita kali ini adalah menjadikan file kamu siap cetak. here we go..



Step 1
Buka file kamu menggunakan Adobe Illustrator (atau kamu bisa open New Document untuk membuat yang baru). Drag dari ujung ruler (Ctrl+R untuk menampilkan ruler), menuju ke sudut tepi ArtBoard.



Step 2
Step berikut untuk memberi batas bagi teks atau elemen lain seperti ikon dan shape agar terlihat proporsional saat sertifikat tersebut dipotong. Besarnya jarak dari batas tepi tergantung keperluan desain yang akan kita gunakan. Jika File kamu sudah memiliki batas proporsional silahkan lanjut ke step 3.

Cara membuatnya, drag dari ruler sisi kanan untuk memunculkan Guideline (garis bantu). Set paramater guidenya menjadi 0.5 cm (terapkan langkah yang sama untuk semua sudut).



File kamu akan terlihat seperti ini :



Step 3
Bleed digunakan untuk menentukan batas aman garis potong pada dokumen yang kita buat. Untuk menghindari pergeseran atau akurasi keliru mata pisau pada proses pemotongan, maka hasil cetak tetap rapi karena masih berada pada batas aman. Besarnya jarak batas aman tersebut juga tidak ada aturan khusus. Pada tutorial kali ini, desainstudio menggunakan 0.25 cm untuk bleed.

Atur bleed di File/Document Setup. Pada Jendela Document Setup, atur settingannya menjadi 0.25 cm
lalu tekan tombol OK.




Maka dokumen kamu seharusnya akan terlihat seperti gambar berikut :



Step 4
Untuk mengisi batasan Bleed tersebut, perbesar elemen background dari dokumen ke arah garis Bleed. (dalam beberapa kasus, untuk desain yang terlalu rumit dan tidak bisa di perbesar, maka pilihannya adalah menggunakan Rectangle Tool dan mengisinya dengan warna yang paling dominan dari dokumen).




You see! inilah tujuan Bleed, agar saat di potong dokumen kita bebas dari kesalahan akurasi mata pisau, sehingga jikapun miring (walau 0.1 cm) warna putih dari kertas tidak akan terlihat di pinggir.

Lakukan pada semua sisi Background.
Ingat!! hanya pada background, agar konten isi seperti Teks tidak ikut terganggu. Jika file kamu berupa .jpg/raster image, berikut pengaturannya :

1. Copy + Paste gambar tersebut
2. Atur salah satu gambar ke bawah (Ctrl+Shift+[)
3. Perbesar file tersebut hingga tiap sisinya memenuhi batas bleed.


Step 5 : Crop Mark
Kali ini, kita akan membuat Crop Mark (tanda potong) secara manual. Caranya gunakan Rectangle Tool (M), pada menu Transform berikan nilai 0,5cm x 0,5cm. Jangan lupa untuk mengatur ketebalan (stroke) garis agar tidak terlalu tebal dan terlihat ketika dipotong. Berikan Stroke terkecil, dalam contoh ini saya menggunakan 0,25 cm.




Atur posisi Corp Mark pada posisi ujung dokumen seperti berikut : (lakukan hal serupa pada semua sudut dokumen)



Hasilnya akan seperti gambar berikut :



Namun ini belum selesai. Karena jika file tersebut kita gunakan (menyimpannya dalam bentuk .jpg, pdf atau sekedar untuk diprint) maka Adobe Illustrator hanya akan menggunakan apapun yang ada di dalam area ArtBoard.
Maka Crop Mark yang telah kita buat tadi tidak akan masuk dalam dokumen. So, cara agar Crop Mark juga masuk dalam area ArtBoard adalah :

1. Dengan mengecilkan seluruh gambar hingga Corp Mark masuk dalam area ArtBoard.. dan kita pun kehilangan ukuran asli dokumen yang kita perlukan. atau...
2. Memperbesar ArtBoard.

mana pilihan kamu?
Saya pilih yang No.2, mau ikut? *sambil niru iklan Frozz :D


Step 6
Tekan Shift+O untuk masuk dalam mode pengaturan ArtBoard, disini kamu bisa mengatur ukuran ArtBoard sesuka hati. Pada contoh kali ini, kita akan mengatur ukuran ArtBoard agar Corp Mark masuk ke dalam ArtBoard.

Tips : Agar tetap proporsional, tarik ArtBoard menuju ujung garis Corp Mark, maka garis Bleed juga akan ikut tergeser. Selanjutnya tarik lagi ArtBoard menuju garis bleed tersebut. Lakukan pada semua sudut, Beress!



Hasilnya akan seperti gambar dibawah ini :



Foila..!!

Sekarang sertifikat kamu sudah siap untuk dicetak, lengkap dengan Corp Mark dan Bleed yang juga sudah kita buat agar aman dari melesetnya akurasi mata pisau saat proses pemotongan terjadi.
Thats how Final Artwork (FA) works, aturan ini berguna bagi semua materi cetak seperti Kartu Nama, Undangan, Sertifikat, dll.



Ini jika sertifikatnya cuma satu. Bagaimana kalau ada 100 orang yang mau diberi sertifikat dengan nama atau nomor yang berbeda?Memberi nomor satu persatu tentu sangat merepotkan bukan?

Cara yang paling efektif adalah dengan menggunakan Adobe InDesign. Di edisi Tutorial InDesign selanjutnya, masih dengan file yang sama desainstudio akan membahas tentang hal ini. Keep on the line, Ok!


Tetap update informasi, tips, dan tutorial desain terbaru dengan mengikuti Facebook Fan Page dan Twitter Desain Studio.

Tentang Penulis
Angga — Desainer grafis dan seorang antropolog. Menemukan semangat baru ketika melihat desain grafis dari sisi seorang Antropolog. Mencoba menggabungkan seni grafis ke dalam etnografi, dan mengaplikasikannya dalam dunia nyata.
email : angga.rizal[at]gmail.com | twitter : @anggaishere | all post by Angga