Sabtu, 24 Desember 2011

DESAINSTUDIO.COM

DESAINSTUDIO.COM


Efek LetterPress di Photoshop

Posted: 23 Dec 2011 06:22 AM PST

Di tutorial kali ini, Desain Studio punya tips ringan tentang bagaimana membuat efek letterpress di Photoshop. Sesuai dengan namanya, efek letterpress adalah efek tekanan yang membuat teks kelihatan seperti memiliki kedalaman. Di Photoshop, kamu bisa membuat efek ini dengan sangat mudah, hanya menggunakan kombinasi permainan warna dan layer style! Langsung saja kita masuk kedalam langkah demi langkah pembuatannya.





Step 1
Buat dokumen baru di Photoshop, ukuran 500x300 pixel dengan mode warna RGB.



Step 2
Ganti warna background dengan warna merah (#cd0019).



Step 3
Double-click layer 'Background' di layer palette, kemudian klik Ok pada jendela new layer yang muncul kemudian. Langkah ini untuk merubah layer background menjadi editable dan diberi layer style.



Step 4
Double-click layer 'background' di layer palette, maka akan muncul jendela layer style. Check pada gradient overlay list, dan atur settingannya seperti gambar dibawah. Jika sudah, klik Ok.



Step 5
Pastikan layer 'background aktif', kemudian pada menu bar, pilih Filter > Noise > Add Noise. Atur nilai Amount = 3, Distribution = Gaussian, dan check pada bagian Monochromatic. Jika sudah, klik Ok.


Hasilnya akan seperti gambar dibawah ini :



Step 6
Sekarang, gunakan Text tool (T) untuk menambah teks, Saya menggunakan font Yellow tail. Beri warna font dengan warna sedikit lebih gelap dari warna dasar background (#7b000f).



Step 7
Double-click pada layer 'Desain Studio', kemudian beri empat layer style dengan settingan masing-masing seperti gambar dibawah :



Step 8
Hasilnya, kini teks sudah mempunyai kedalaman berupa efek letterpress.



Step 9
Jika kemudian ada elemen lain yang ingin diberi efek serupa (letterpress), kamu tidak perlu membuatnya lagi dari awal. Cukup klik kanan pada layer 'Desain Studio' dan pilih Copy Layer Style. Kemudian klik kanan pada layer yang ingin diberi efek serupa (dalam hal ini adalah ikon DS), lalu pilih Paste Layer Style. Ini akan sangat menghemat waktu kamu dalam bekerja menggunakan Adobe Photoshop.



That's it! Kamu bisa berimprovisasi sendiri dengan menggunakan dasar yang sudah ada. Efek letterpress memberikan kesan yang berbeda dan bermanfaat digunakan untuk desain interface (web & aplikasi) maupun desain cetak. Good Luck!


tentang penulis

Ajir
Desainer grafis, blogger, juga pecandu kopi. Terobsesi dengan segala sesuatu terkait komunikasi visual. Bercita-cita ingin menjadi guru SD sebuah sekolah di pelosok desa yang jauh dari keramaian.
email : ajir86[at]gmail.com | twitter : @desain_studio
view all post by Ajir

Tetap update informasi, tips, dan tutorial desain grafis dengan mengikuti FACEBOOK dan TWITTER Desain Studio!

Jumat, 23 Desember 2011

Belajar Desain Grafis

Belajar Desain Grafis


Pengenalan Photoshop dan Ilustrator

Posted: 27 Mar 2011 07:27 AM PDT

Mungkin temen-temen sudah sering denger yang namanya Photoshop dan Ilustrator, tapi barang kali ada yang belum tau atau belum mengenal Photoshop dan Ilustrator itu apa sih? Baliklah saya ingin memberikan penjelasan sedikit tentang Photoshop dan Ilusrator.

Adobe Photoshop adalah Software grafis yang dikeluarkan oleh Perusahaan Adobe System untuk mengolah gambar atau foto, seperti mengedit foto, memberikan efek, dan sebagainya. Dengan program Photoshop foto kita yang tadinya jelek bisa dirubah menjadi bagus, foto temen-temen juga bisa dibuat ganteng atau cantik dengan Photoshop, heee... Photoshop banyak digunakan dan disukai oleh para Desainer Grafis dan Photografer Digital karena memiliki banyak kelibahan dibanding software pengolah gambar lainnya, selain itu juga Adobe System selalu mengularkan versi terbaru yang dilengkapi fitur-fitur canggih dalam Photoshop dan program adobe lainnya.

Edit foto menggunakan Photoshop

Seperti halnya Photoshop, Ilustrator juga merupakan Software keluaran Adobe System yang dirancang khusus untuk mengolah gambar vector, seperti pembuatan logo, icon, ilustrasi, dan sebagainya. Adobe Illustrator juga banyak digunakan dalam mendesain logo, kartu nama, undangan, brosur, poster dan sebagainya. Karena format gambar yang dihasilkan Adobe Illustrator berupa gambar vector, sehingga banyak digunakan dalam mecetak gambar yang berukuran besar seperti sepanduk, poster, baliho, dan sebagainya.

Gambar dibuat menggunakan Adobe Illustrator

Minggu, 18 Desember 2011

DESAINSTUDIO.COM

DESAINSTUDIO.COM


Bacaan Inspiratif -17 Desember 2011

Posted: 17 Dec 2011 05:48 AM PST

Ini merupakan artikel mingguan di Desain Studio, berisi kompilasi link menarik di jagat internet setiap harinya. Dimaksudkan sebagai wadah untuk mengikuti perkembangan yang terjadi di dunia desain grafis dan seni visual, Mulai dari tutorial, inspirasi, tips, informasi, serta artikel sebagai sarana pembelajaran dan pengembangan diri agar menjadi lebih baik. Selamat membaca, semoga bermanfaat!







1—Are Minimalist Brands the Future?

Artikel ini membahas soal trend desain minimalis dan perannya dalam dunia desain grafis. Dengan mengambil contoh kasus pada desain kemasan produk, penulis mencoba memberi gambaran brand minimalis secara ringkas dan jelas.


2—The Top 5 Invoicing Tools You Must Know

Invoice adalah salah satu aspek yang paling penting dalam bisnis, terlebih freelancer yang notabene harus mengerjakan segala sesuatunya sendiri. Artikel ini mengumpulkan 5 web-based tool yang bisa membantu kamu terhadap segala sesuatu terkait dengan persoalan invoice.


3—Top 10 Breakthrough Artists in 2011

Kumpulan seniman potensial di Tahun 2011. Karya-karya mereka luar biasa. Imajinatif, inovatif, serta menjadi inspirasi.


4—42 Logo Designs With Creative Use of Pen

Pena sering kali dijadikan simbol untuk melambangkan kreatifitas. Lantas seberapa kreatif simbol itu dituangkan kedalam desain logo. Kamu bisa melihat 42 logo yang dengan smart menggunakan simbol pena di artikel ini.


5—The Most Iconic Logo Designers and Their Work – Part 1

Artikel ini terdiri dari beberapa bagian. Berkisah seputar sejarah desainer logo paling sukses di dunia. Jika punya passion yang kuat di bidang branding dan desain logo, artikel ini mungkin bisa sangat menginspirasi. Siapa tahu suatu saat kamu jadi salah satu diantaranya? :D


tentang penulis

Ajir
Desainer grafis, blogger, juga pecandu kopi. Terobsesi dengan segala sesuatu terkait komunikasi visual. Bercita-cita ingin menjadi guru SD sebuah sekolah di pelosok desa yang jauh dari keramaian.
email : ajir86[at]gmail.com | twitter : @desain_studio
view all post by Ajir

Tetap update informasi, tips, dan tutorial desain grafis dengan mengikuti FACEBOOK dan TWITTER Desain Studio!


Rabu, 14 Desember 2011

DESAINSTUDIO.COM

DESAINSTUDIO.COM


Brief dalam Merancang Logo

Posted: 13 Dec 2011 04:00 PM PST

Brief dalam desain logo layaknya sebuah senter di dalam gelap, dia harus dihidupkan agar kita dapat berjalan dengan cepat dan aman. Brief bertujuan agar desainer dan klien fokus kepada tujuan utama dari perancangan logo. Tanpa brief desain, proyek yang dijalankan akan merugikan kedua belah pihak baik desainer maupun klien. Desainer akan mengerjakan sesuatu yang mungkin diluar harapan dan tujuan klien sehingga akan terjadi revisi pekerjaan berulang-ulang. Sedang bagi klien, goal yang diharapkan dari logo yang dirancang bisa jadi diluar perkiraan.






Lantas apa-apa saja yang harus ditanyakan dalam brief desain?

Setiap desainer pasti punya poin-nya sendiri ketika merumuskan sebuah brief untuk desain. Tidak ada yang mutlak disini, semua tergantung kebutuhan dan proyek yang dikerjakan. Mungkin secara umum, kamu yang sama sekali belum pernah bekerja menggunakan materi brief untuk mendesain logo, mungkin bisa mendapat gambaran dari materi brief dibawah ini :


1) Informasi dasar tentang nama perusahaan, kata-kata apa saja yang harus dimasukkan dalam logo? Apa keunggulan (plus point) dari perusahaan serta apa visi dan misinya?

Berisi pertanyaan mendasar tentang entitas yang akan dirancang logonya. Mulai dari konten yang harus include dalam logo, sampai keunggulan serta visi dan misi perusahaan. Melalui pertanyaan ini, desainer mencoba mengenali karakteristik perusahaan hingga bisa menyimpulkan langkah-langkah apa yang akan disusun untuk memulai proses desain.


2) Apa tujuan dari proyek logo ini? Apa karena kompetisi, Identifikasi produk atau meningkatkan citra perusahaan?

Pertanyaan ini bertujuan untuk mengenal goal dari proyek mendesain logo. Apa target yang ingin dicapai klien melalui logo baru? Dengan mengenal target/tujuan, maka desainer telah mengenal lawan. Tinggal bagaimana menyusun strategi agar output desain menjadi maksimal serta sesuai dengan apa yang diharapkan.


3) Siapa kostumer perusahaan? contoh: usia, jenis kelamin, jabatan, kondisi sosial / ekonomi, pekerjaan, dll. Apakah mereka sudah tahu tentang produk atau jasa Perusahaan? Apa perusahaan cukup familiar bagi mereka?

Poin ini merupakan salah satu bagian vital yang harus disertakan dalam materi brief. Pada dasarnya, semua logo bertujuan untuk mengidentifikasi, dikenali, serta membuat koneksi antara target dengan perusahaan. Penting kiranya untuk mengenal target konsumen sebelum mendesain. Tujuannya adalah agar logo yang dirancang nantinya tepat sasaran serta tepat guna.


4) Siapa kompetitor perusahaan? Bagaimana perbedaan perusahaan dari kompetitor?

Poin ini berfokus kepada kompetisi pada pasar penjualan si perusahaan. Jika perusahaan ternyata tidak sendirian (ada kompetitor), maka dibutuhkan adanya diferensiasi yang kuat antara perusahaan klien dengan kompetitornya, ini adalah salah satu tugas utama bagi para perancang logo.


5) Apakah ada pertimbangan produksi? contoh : logo harus terlihat baik dalam kondisi satu warna untuk cetak kaos. Apa-apa saja media yang dipakai untuk mendistribusikan logo? (Cetak, web, dll)

Salah satu aspek yang berpengaruh kepada sukses tidaknya suatu logo sangat ditentukan kepada seberapa konsisten logo tersebut diaplikasikan/digunakan. Bicara soal penggunaan, maka kita akan bicara seputar media yang akan digunakan untuk menampilkan logo. Pertimbangan produksi seperti ini harus sudah lebih dulu dipertimbangkan oleh desainer sebelum memulai proses desain.


6) Apa ada beberapa logo yang menurut anda menarik? Bisa jelaskan kenapa?

Penting kiranya untuk mengetahui taste klien sebelum mulai merancang logo. Terkadang, taste dan pertimbangan estetis klien seringkali menjadi penentu akhir dari sebuah proyek desain.


7) Apakah ada sesuatu yang spesifik yang harus diingat audiens setelah melihat logo?

Terkadang beberapa perusahaan punya "nilai jual"-nya masing-masing, semacam karakteristik yang membedakannya dengan yang lain. Dan seringkali, klien menginginkan "nilai jual" tersebut lebih diexpose. Tugas desainer lah untuk meng-combine "nilai jual" tersebut dengan keseluruhan informasi yang didapat dari brief tanpa mengganggu (atau malah merusak) keseluruhan proses desain.


Thats it!

Materi ini hanyalah gambaran umum tentang bagaimana cara mengumpulkan informasi untuk desain logo melalui brief. Kamu bisa mengembangkan sendiri dengan versi yang lebih baik. Semoga bermanfaat!


tentang penulis

Ajir
Desainer grafis, blogger, juga pecandu kopi. Terobsesi dengan segala sesuatu terkait komunikasi visual. Bercita-cita ingin menjadi guru SD sebuah sekolah di pelosok desa yang jauh dari keramaian.
email : ajir86[at]gmail.com | twitter : @desain_studio
view all post by Ajir

Tetap update informasi, tips, dan tutorial desain grafis dengan mengikuti FACEBOOK dan TWITTER Desain Studio!


Minggu, 11 Desember 2011

DESAINSTUDIO.COM

DESAINSTUDIO.COM


Vandalisme ala Banksy

Posted: 10 Dec 2011 05:31 AM PST

Di artikel yang lalu, Desain Studio pernah membahas tentang seniman-seniman grafis yang mentranformasikan ide mereka di tempat-tempat umum. Aktifitas ini sering disebut dengan Vandalisme. Banyak perlawanan yang dilakukan terhadap aktifitas ini, terutama oleh pihak pemerintah tentunya.

Contoh Vandalisme yang sering dilakukan adalah mencoret media umum yang sudah ada, mengganti pesan, dsb. Di negara kita, kebanyakan Vandalisme adalah grafiti yang berisikan pesan-pesan tentang eksistensi sebuah kelompok, larangan buang sampah, menghilangkan/mengganti tanda rambu-rambu lalu lintas, gambar-gambar dan pesan yang mewakili perlawanan sosial, hingga yang paling parah adalah corat-coret begitu saja tanpa adanya arti/pesan (biar juga di bilang boomber.. :D).

Namun ada juga Vandalisme yang menjadi karya seni yang patut di acungi jempol. Contohnya adalah proyek-proyek bawah tanah yang dilakukan Banksy, grafity yang dilakukan kebanyakan berisi sebuah ide/pesan yang hendak disampaikan kepada masyarakat dan pemerintah. Walau tidak bisa di bilang ini legal (bahkan terkesan melawan aturan umum), namun pesan-pesan yang disampaikan cukup inspiratif dan persuasif. Dan tentu saja pekerjaan ini tidak dibayar.


Berikut adalah beberapa karya dari Banksy :







Saya jadi teringat dengan pesannya Joker dalam film Batman The Dark Knight :

"It's not about money... it's about sending a message"

Mungkin kamu juga punya pesan yang bisa di visualisasikan dalam bentuk seni grafis, seperti poster, halaman blog, tembok-tembok, kanvas kosong, bahkan surat cinta ;). Vandalisme hanyalah salah satu ruang ekspresi visual dari sekian banyak media yang bisa digunakan. Yang penting menurut saya adalah pesan tersebut tepat guna dan tidak melanggar aturan. :D

Cek karya-karya menarik lainnya dari Banksy langsung kesitusnya!

tentang penulis

Angga
Desainer grafis dan seorang antropolog. Menemukan semangat baru ketika melihat desain grafis dari sisi seorang Antropolog. Mencoba menggabungkan seni grafis ke dalam etnografi, dan mengaplikasikannya dalam dunia nyata.
email : angga.rizal[at]gmail.com | twitter : @anggaishere
view all post by Angga


Tetap update informasi, tips, dan tutorial desain grafis dengan mengikuti FACEBOOK dan TWITTER Desain Studio!


Jumat, 09 Desember 2011

DESAINSTUDIO.COM

DESAINSTUDIO.COM


12 Maskot Website Keren untuk Inspirasi

Posted: 08 Dec 2011 03:59 AM PST

Peran maskot pada suatu entitas kini sudah tidak bisa dianggap enteng. Ini bukan lagi soal bagaimana sebuah lembaga atau perusahaan terlihat unik, tapi lebih dari itu, maskot mampu mengikat ingatan dan perasaan publik untuk menyukai dan akhirnya tergantung dengan entitas yang diwakili oleh maskot tersebut. Kita mungkin mengenal boneka badut sebagai maskotnya McDonald atau birdie imut miliknya Twitter. Dan di artikel berikut ini, ada 12 maskot website unik dan cool lainnya yang bisa kamu jadikan inspirasi untuk terus berkarya. Check it out!



Bookkeepinginabox


Chubbygrub


Elitistsnob


Iwit


Justinbird


Kitfolio


Mailchimp


Moourl


Nybbletech


Oldloft


Photoshoplady


sr28



Jika kamu punya saran website dengan maskot yang unik dan keren, silahkan cantumkan di kolom komentar..


tentang penulis

Ajir
Desainer grafis, blogger, juga pecandu kopi. Terobsesi dengan segala sesuatu terkait komunikasi visual. Bercita-cita ingin menjadi guru SD sebuah sekolah di pelosok desa yang jauh dari keramaian.
email : ajir86[at]gmail.com | twitter : @desain_studio
view all post by Ajir

Tetap update informasi, tips, dan tutorial desain grafis dengan mengikuti FACEBOOK dan TWITTER Desain Studio!